Jumat, 02 Maret 2012

GA PERNAH KEPIKIRAN!


Jaringan sosial media facebook bertambah canggih dengan disertai adanya template yang baru, tertarik sudah dua bulan yang lalu mengubahnya, tetapi saya belum benar-benar menggunakannya, saya kira hanya di penampilannya saja yang baru, ternyata ada aplikasi yang lain yang barusan banget saya coba. Aplikasi yang saya maksud adalah berupa status ataupun tautan yang telah saya perbuat pada tahun-tahun sebelumnya bisa di lihat disana. Flash Back dengan status-status lama dan ucapan milad juga dan nah saya mengenal sosok lama,,,mbak saya yang baik hatinya, mbak Revi, meski galak sebenarnya hahaha......(untung Jogja - Bengkulu jauh...)

Iya, saya coba deskripsi kan siapa dia. Saya mengenal beliau sebagai sekretaris organisasi kampus bernama Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) yang baik, helpful dengan departemen manapun, dan jika memang kita butuh surat apalah dia selalu ada untuk kami. We call her Mama Revi. Karena saya rajin ke kantor LEM ini dan mamah Revi sering ada disana jadilah saya sedikit banyak tahu tentang pergerakan wanita ini. 

Dia adalah type cinta kebersihan, dimana dia melihat ada yang tidak klik dengan kantor maka dia akan mengangkat sapunya memberi komando kami untuk menyingkirkan kaki kami. Dia jugalah yang selalu mengumumkan tentang jadwal pembersihan masal kepada anak-anaknya. Saya sebagai orang Jawa bilang dia 'pethel'dah. Jika saya mampir kosnya juga rapi minimalis.

Hal lainnya yang saya tahu beliau adalah type wanita sedikit galak. Hahaha,,,,,,kalau inget bagaimana caranya marah-marah atau nyuruh anak-anaknya lucu. Sudah saya sebutkan diawal kan, dia itu cinta kebersihan, sehingga bagian anak-anak yang suka plin-planlah yang suka kebagian marahnya. Saya mah, waktu itu lebih banyak bengongnya karena angkatan kuliah pertama, jadi tidak terlalu 'ngeh'. Bagian galak ini juga saya ingat dia pernah ketilang dan akhirnya mengeluarkan uang dompet sebagai uang damai tapi masih tetep mengancam si polisi.

"Bener ya Pak, uangnya masuk negara!" hehehe,,,,,

But, personali, entah kenapa saya nyaman dan suka dengan beliau. Dia pernah memberi saya dua jaket dan celana bekas pakai karena mungkin dia melihat saya pakai setelan itu-itu saja. Saya suka mampir kostnya cuma buat mandi, pinjam sandal jepit jelek buat pentas teater juga lupa balikin,,,ihhhhhhhhh kangen deh!!!! 

Balik ke facebook dulu lagi,,,,

Saya tertarik mampir lihat dinding facebook beliau yang jarang update dan menemukan sebuah fotonya dengan seorang laki-laki yang saya kenal dulu di kampus, Robby Salman. 

Sekian detik, saya ternganga, saya tidak tahu apakah ekspresi saya punya nama yang tepat. Perasaan saya campur-campur. Apalagi melihat ada sebuah perubahan status hubungan di sana adalah menikah tertanggal April 2011.

"Really I wanna died" (tapi balik hidup lagi tentu saja....... :P)

"This impossible,,,,,,,,,,but,,,,happen"

Sepanjang sisa hari itu saya pengennnnnn banget tahu bagaimana Tuhan punya ide untuk membuat keduanya menyadari bahwa mereka adalah belahan jiwa satu  sama lainnya? (Yahhhhhh bahasa guehhhh!!!)

Bagaimana itu ceritanya mereka berdua bisa........

Kenapa saya baru tahu sekarang??? Entah kenapa saya merasa kecolongan. 1 tahun usia pernikahan mereka dan ricek kayaknya dah punya dedek juga! 

Arrrrrrrhhhgggggggg..............OMG.

Saya tidak paham. Mengingat foto mereka berdua membuat saya mengulum senyum sesekali menepuk dahi.

Serius, saya tidak paham! 

GA PERNAH KEPIKIRAN!

Saya tidak paham dengan elemen kejutan yang ini.

Imposible but happen!

Selasa, 28 Februari 2012

Emas dan Ayu Ting Ting

Seingat saya, terakhir kali mempunyai emas dalam bentuk perhiasan anting adalah kelas empat Sekolah Dasar (SD). Bentuknya saya masih ingat, besar, pipih bentuk bunga yang hanya satu minggu saya pakai karena telinga saya berakhir kemerahan, membuat saya mengeluh untuk melepaskannya.  Sebab musebab yang ibu saya tangkap adalah bahwa karena telinga saya kaget karena jeda telinga saya tidak bersentuhan dengan emas, saya mah manut nurut dengan analisa ibu saya. Beberapa minggu kemudian ibu saya memasangi lagi di telinga saya, dan hanya berdurasi kurang dari satu minggu (lagi) anting itu lenyap dari telinga saya. Selain karena saya mengaduh menderita, panas dan kemerahan lagi, salah satu pasangan bunga anting itu hilang saya bawa tidur.

Sempurna sudah ibu saya tidak mencobakan kembali kepada saya. Sedikit bingung juga dulu-dulu telinga saya tidak ada reaksi kemerah-merahannya, sejak bayi umur berapa bulan juga sudah diberi anting juga. Perasaan saya waktu itu? Wah,,,,lupa, tapi sepertinya biasa saja, daripada saya kemerahan begitu, mending tidak usah pakai.  Sejak itu ibu saya tidak berusaha membelikan saya anting lagi, karena saya pun juga tidak merengek untuk dibelikan (kayaknya dari kecil sifat saya sudah nrimonan yah :P).

Entah dari sana, saya pikir (dan itu dari dulu sejak saat itu juga) saya tidak berjodoh dengan emas, perhiasan wanita yang didamba itu, logam mulia yang harganya mahal itu. Saya tidak tahu, saya tidak tertarik dengan emas. Bagaimana disebut logam mulia tetaplah logam juga, sama dengan logam campuran yang kesehariannya adalah panci, wajan juga, begitu juga pandangan saya dengan batu permata lainnya, saya pikir imitasi cukup, hahahaha......

Eh, itu pandangan saya ya! Saya merasa senang menginterpretasikan apa yang disebut orang lain itu penting dengan sesederhana pada pandangan saya. Saya tidak merasa emas itu ‘wah’, dan tidak membuat saya bertekuk lutut mendapatkannya, kecuali tahu jika ada orang menghargai emas itu dengan mahal, hehe. Malah, saya enek jika ada ibu-ibu (Ya maaff banget) memakai emas kalung Gedhe bangettttttt,,,,,kasihan lehernya.  Lagi-lagi maaf ini opini pribadi.

Sehingga,,,,

Saya kemarin nyengir liat acara infotaiment di pantry tentang keputusan Ayu Ting Ting untuk menginvestasikan hasil kerjanya sebagai penyanyi dangdut yang naik daun dengan usia muda dengan emas. Emas?  Otak saya secepat kecepatan cahaya melakukan pengandaian bahwa jika saya menjadi Ayu ting-Ting maka saya tidak akan menginvestasikan dalam bentuk emas tapi saya akan membeli tanah yang setiap tahun potensial lahan itu selalu naek. Iya, tanah, bukan emas. Selain itu, saya akan mealokasikan sebagian lainnya untuk bisnis operasional, terus......

Ah ya,,,,,

Untung bukan Ayu Ting-Ting  saya mah ya,,,, :p

Lebih Sekedar Loreal


Minggu, 26 Februari 2012

 Ngajakin keponakan saya Firza yang berumur hampir 4 tahun dan Wawa kelas 4 SD ke Sunday Morning (semacam pasar dadakan yang hanya ada pada setiap minggu pagi) yang berada di area kampus Universitas Gajah Mada. Kedua kakak beradik itu pertamanya gayakkkkkkkkkkk banget bilang tidak mau, males begitu katanya, trus diralat boleh deh diajak jalan asal nanti sama ibunya yang belum pulang dari pasar. Saya bilang nyantai saja sama anak-anak itu.

"Ya, kalau tidak mau di ajak jalan sih ya gapapa! Mbak Dian bentar juga pulang kalau tidak mau, kan tidak memaksa!"

"Yahhhhh, kalau sama ibu mah ga usah saja deh ya!" hahahaha,,,,,saya senang merasa menang. Wawa sang kakak akhirnya mikir dan mengajukan persyaratan.

"Ntar aku dijajakin ya mbak disana!" 

"Boleh, asal ibunya Wawa dan Firza tidak dibawa!" Deal! Firza langsung ngacir bilang sama bapaknya buat dimandiin mau di ajak jalan sama saya, yang besar saya minta mandi cepat. 

Sampailah kami di Sunmor dan langsung saya ditanya apakah mereka ada di kebon binatang? Itu karena parkir saya ada di area lembah kampus yang rimbun. Keduanya senang sekali kesana biarpun berdesak-desakan dan karena si kecil Firza hanya lihat kaki akhirnya tidak tega saya gendong. Kami berkerumun lihat boneka shaun the sheep dan saya belikan satu yang versi paling kecil memakai kempongan. Lanjut dilanjut lihat hamster, anak-anak itu memutuskan patungan beli 2 hamters dan membuat saya tertawa bahwa uang mereka tidak cukup. Saya hibur mereka bahwa bisa lain waktu saya bawa keduanya kesana lagi buat beli hamster, saya mah sayang sama hamsternya, tidak yakin anak-anak ini bisa merawat hehehe jadi maaf saja saya tidak mau membelikannya. Untung pada nurut, lihat pompongan saja mereka bilang sama mereka sendiri mereka tidak mau beli, saya mah setuju saja, sekali lagi tidak percaya anak-anak ini akan sanggup mengurus hewan ini :P.

Urusannya tidak mudah adalah ketika saya menyadari kami seharusnya datang pagi. Sudah lama saya tidak ke Sunmor dan jam 9.30 am ditambah Firza byang tidak mau lepas dari gendongan saya membuat saya kaget juga berkeringat banyak di jidat seperti main badminton 30 menit. Edunnnnn mengendong bukan urusan mudah rupanya dan hari senin sampai hari ini baru nyadar lengan kanan saya ada semacam kekagetan otot, pegal asli. 

Namun,,,,,semuanya menyenangkan. Saya merasa rada nyesel juga baru menyadari bahwa saya mempunyai keponakan lucu-lucu unproduktif banyak dan akan senang sekali untuk diajak jalan-jalan meskipun hanya saya belikan makan/mainan yang tidak seberapa. Merasa alpha memberikan kasih sayang (hayyah ,,,) Mereka hapal nama saya (bahkan keponakan saya yang ada di surabaya) dan hampir selalu merasa di hargai ketika mereka nempol saya, padahal saya jarang memberi mereka. 

 Loreal Paris tidak membuat saya begitu berharga (karena saya tidak memakainya), tapi anak-anak itu membuat saya lebih berharga,,yeah :P

Mhmmmmmm...........

Oh ya, kembali kepada dua keponakan saya tadi, akhirnya mereka nagih diajak sama saya!!!! Hahaha,,,perasaan sih senang, tapi juga setengah kepikiran bahwa saya seharusnya mempunyai kebebasan financial buat membaginya dengan keponakan saya yang lain atau anak-anak pada umumnya. Amin.

Jumat, 24 Februari 2012

Review Adegan Rowan Atkinson

Rowan Atkinson bagi saya sudah cetha adalah aktor yang tidak akan terlupakan, saya sering menonton serialnya di TV bareng sepupu saya dan membodoh-bodohkan ulahnya, konyol tidak masuk akal. Wajahnya yang idiot itu saya kira memang aslinya, bukan dibuat sampai lamban laun logika saya jalan, semuanya adalah akting saja. Adegan dalam serial TV yang masih saya ingat adalah sewaktu episode natal dan dia memasukan kepalanya dalam kalkun besarrrrr sekali. Ya,,,,,dia Mr Bean.

Akhir pekan Oktober tahun lalu setelah mendatangi dua resepsi pernikahan sekaligus, saya dan teman saya impulsif pengen hunting tapi tidak mau capek karena keduanya memakai sandal tinggi, jadilah pilihannya adalah bioskop. Saya yang tidak update film terbaru dan jarang cek rating mau saja nonton JOHNNY ENGLISH REBORN yang di bintangi Rowan Atkinson yang sejujurnya yang pada waktu itu rada sangsi dengan aktor ini dalam film. Alasan yang bisa saya lihat sekarang sih, mungkin karena saya membandingkan dengan serial TV jaman baholak dulu, yang tentu saya ada rasa kekhawatiran saya tidak menikmatinya pada usia seperempat abab.

Hasilnya!!!!!!

Saya menyukainya, film ini apik. Skore film-nya 8.

Film ini membuat saya tambah tidak bisa melupakan aktor ini. Film thriller setengah comedy ini menarik hati saya karena salah satu kejujuran yang telah ditampilkan dalam salah satu adegan dimana ketika English mencari kunci pertamanya. Singkatnya adegan dia merebut kunci ini dia harus berhadapan dengan seorang lelaki muda, China, kungfu yang masih energik untuk berlari mengjauhi English. Pembunuh ini melompat membubung tinggi dan sangat keren, berbeda dengan dia yang sudah menjadi agen sepuh dan akan capek mengikuti di pembunuh ini. Sadar diri akan energi tidak sebanding, dia memutuskan bahwa menghadapi yang muda, si tua seharusnya harus bijaksana. Jadinya dia mengejar si China ini tetap namun dengan memanfaatkan celah yang ada. 

Saya sangat suka adegan ini. 

Adegan tersebut mengingatkan ibu saya yang selalu keberatan ketika saya menyobek bungkus plastik dengan gigi, dia akan mengambilkan saya gunting untuk membukanya. Beliau selalu bilang giginya sayang kalau buat nyobek-nyobek, toh saya bukan bintang iklan pasta gigi juga! 

Yang muda kadang berasa sombong karena punya energi banyak, sedang yang tua sadar tidak punya energi sebanding memanfaatkan  pengalaman yang telah lewat kebijaksanaan. Kira-kira begituh deh pesan moralnya,,,,,, :P

Rabu, 22 Februari 2012

Jualan Apaan Mas?


Perubahan cuaca kadang membuat saya menoleh rada penasaran tentang pengajaran ilmu geografi di sekolah dasar. Panas atau hujan iklimnya tidak tergambarkan secara gamblang dan tepat lagi seperti dulu. Jadi apakah bapak-dan ibu guru akan melakukan penjelasan karena global warming atau semacamnya?

Hah??? Repotnya anak-anak itu ya,,,,,tidak kayak materi saya dulu, sempat mengenal ketepatan waktu perubahan iklim. Oktober - Maret adalah musim hujan April - September adalah musim panas, ya sudah begitu teorinya! Bukan seperti sekarang, suka-suka.


Oh ya, ada insiden kecil belum ada seminggu lewa, bersetting basement parkir kantor sepulang kerja. Ceritanya saya pergi ke kantor dalam keadaan hujan sehingga harus menggunakan mantel dan pulang dalam keadaan cuaca cerah.

Saya tidak bisa tidak melongo dan menatap seorang mas-mas teman kantor hapal rupa tidak tahu nama.

Cara melipat mantel-nya yang telah kering adalah dengan cara menggelar mantelnya di lantai lalu melipatnya setelah dipastikan keempat sisinya sama.
Yakin, persis melipat lapak selesai jualan di emperan.


Tidak tahu,,,,,reflek saya saya deketin masnya....tidak kuasa menahan pertanyaan nampol di kepala.


"Jualan Apaan Mas?"


Eh, pipinya merah,,,,ketawa....

Ah, ketawa bangkrut pula,,,,,    :P

Selasa, 31 Januari 2012

Angry, Crangky, Crazy tidak Cozy

Satu minggu ini saya sedang sibuk mencari semacam artikel ringan tentang angry management, tentang bagaimana sebab musebabnya dan tentu saja bagaimana solusinya buat saya. Benar itu buat saya kok, saya pernah dengar ada kelasnya bahkan lebih tepatnya konselingnya dan saya merasa membutuhkannya. Saya merasa harus memanejemeni kemarahan saya agar tidak berlebihan mengingat bisa saja saya menimbulkan konflik lain berujung penyesalan tapi tetap meninggalkan kelegaan tanpa memendam kejengkelan. 

Oh ya, perlu barangkali sedikit penjelasan tentang saya bahwa saya adalah orang yang baik (kebanyakan) orang, sabar tidak pernah meng-klakson pengendara lain meski terjepit kemacetan, saya sadar antrean, membuang sampah pada tempatnya, tidak suka hutang, gampang iba,,,,,,(apalagi kalau nonton film drama salah satu aktornya mengalah karena ternyata dirinya adalah duri tidak dicinta T.T) , saya bisa diajak kompromi kok (halah haha :), well saya,,,,,mhmm kembali saja deh di awal sebut saja baik (kebanyakan) orang.

Hanya hidup sendiri kadang abnormal. 

Minggu lalu saya di rumah sakit selama 6 jam, mondar-mandir sendiri tidak sendiri, makasudnya tidak hanya saya sebenarnya, tapi orang yang ada bersama saya tidak cukup membantu, malah telinga saya menangkap memerintah padahal saya tidak berkepentingan bahwa saya seharusnya tidak ada disana. Saya ingin bilang, bukan urusan saya, jadi jangan pernah meninggikan suaranya di depan saya. Perilaku saya berlatar tidak habis pikir bahwa orang-orang yang seharusnya ada dan bertanggung jawab terhadap orang yang saya urus ini semuanya tidak peduli. Rasanya akan suka sekali saya membentak orang ini yang so bossy. Haha..

Berawal dari sana dan seminggu ini jadwal kerja saya yang edun, membuat saya kurang jadwal tidur, badan merasa tidak fit, dan disanalah muara asal saya perlu bantuan untuk menetralisir. Saya merasa mempunyai konflik internal di mana saya ingin meledak, duerrrrrr, ingin menangis tp belum ketemu moment (he...), yang pasti saya merasa sensasi marah itu seperti apa. Ada gerakan geraham bertautan yang ikut andil, selain kepala mendidih, dan tentu tidak nyaman sekali. Kalaupun saya macam orang baik, ah tidak lagi sedang marah. Adik saya sering menggoda saya bahwa saya seperti monster menakutkan, ibu saya membenarkan, dan menambahkan bahkan ketika saya marah hanya diam. OMG, padahal diamkan masih bagusan ya dibanding mengatakan hal yang jelek ya? hahaha pembenaran saya saja. Tau dah!!!!

Membaca beberapa artikel tentang manajemen marah entah itu ulasan secara psikologis ataupun agama, membuat saya sedikit berkesimpulan bahwa manajemen marah itu diperlukan bukan hanya untuk seorang pemarah saja, tapi saya pun yang kesehariannya tergolong baik pun memerlukanya. Hidup yang mulu kebanyakan tidak seperti yang diharapakn, menemukan orang-orang yang menjengkelkan, peristiwa yang tidak menguntungkan, apes berturut-turut akan menguji jua pada emosi kita untuk memicu marah,  Emosi bereaksi terhadap apa yang kita hadapi, marah adalah bentuk penolakan pertama biasanya. 

Saya tidak akan mengulas banyak tentang manajemen marah, karena tidak banyak yang saya ingat, tapi sesekali saya rekomendasikan baca mengapa? Karena marah sendiri hampir selalu membuat keputusan yang pendek dan kebanyakan tidak reasonable lagi. Seperti arus pendek sebuah listrik yang bisa saja berkompeten membuat kebakaran.

 Terakhir : Angry, Crangky, Crazy tidak Cozy

Jumat, 20 Januari 2012

Syahrini? Mbok yo uwes tho yo!

Setelah membeli lotek dengan durasi 10 menit, saya duduk di pantry menikmati santap siang menghadap televisi tidak seperti biasanya yang lebih sering ke jendela, karena ngobrol dengan Agung teman saya. Saya cenderung abai dengan acara infotaiment karena buat saya ituu,,,,semacam sesuatu yang tidak penting dan asli bikin pening. Namun, bagaimana juga toh,,, saya terbawa volume suara TV yang lumayan kencang, sehingga meskipun saya tidak mendengarkan tapi daun telinga lebar saya tetap bisa mendengar tentang artis nasional ini, Syahrini yang terkenal dengan 'sesuatu banget'-nya.

Jadi, infotaiment ini menampilkan sosok Syahrini yang menampilkan berfoto dengan salah satu pengendara motor GP yang mampir ke Indonesia. Trus,,,,,flash back yukkkkk seperti kita ketahui artis cantik ini juga di tunjuk sebagai penyambut David Becham ketika pemain sepak bola ini juga mampir ke Indonesia, dan setelahnya adalah seorang artis korea juga sama di sambut sama mbak Syahrini.

Nah, masalahnya adalah sebelum-belumnya saya sudah sering dengar tentang kabar mbak Syahrini ini dengan rambut jambulnya, entah Miss Sesuatu, saya tidak tahu, saya tidak punya televisi akan tetapi saya seolah-olah disodori fakta dan pengetahuan cobaan gosip yang di tempakan kepada Syahrini. Setahu saya  kayaknya artis-artis lainnya tidak segini heboh deh.
Why do I hear too much about Syahrini?
Saya tidak habis pikir, berat amet sih gosipnya beruntun terus-terusan. Yang kebangetan itu siapa? Telinga saya kali ya? he...... Dia mbak Syahrini yang memang sengaja bikin hebouh, orang-orang yang tidak suka dia terus bikin gosip asal-asal plus abal-abal, atau memang infotainment yang menderu mengangkat hal apapun tentang artis satu ini. Saya tidak tahu, tapi asli saya ingin keluar dari berita mbak Syahrini yang unyuh-unyuh bikin saya kepalang tanggung, tidak ada yang lain apa ya infoianment segini doang di ekspos?

Kabar terakhir sebelum saya keluar dari pantry, sekarang mbak ini dapat tempaan katanya gigi yang dipakainya adalah palsu. Parahhhhhhhh!!!!! Arrrrrghr,,,,,,,,,,,,hahahaha

Mbok yo uwes tho yo!